Pagi ini tak ada yang lebih menyengat dari ingatan, kecuali November yang tanpa sadar telah angkat kaki dari tahun 2013 yang suka-cita. Aku terlalu memikirkan bagaimana aku akan bisa menjalaninya denganmu--dengan kecintaan yang menyimpang dari awal yang meski tanpa perjanjian. Rerasanya ada pengkhianat di sini. Bersama kita. Dan itu aku. Setelah mendampingi sendiri jatuh-bangunnya semangat hidupku kala lalu, kala tidak terwujudnya tekad besarku. Kala jalan-jalan di keterpurukan kuterjali seonggok diri. Argh...dan itu sulit sekali penempatannya antara diingat dan dilupakan. Namun dekat-dekat ini, lihatlah! Aku tak sendiri, hey. Aku bersama sepasang tangan Desember. Aku bersama orang yang seharusnya kuhindari;kamu! Bagaimana mungkin aku tak menyebut diriku dengan semua sesumpah yang patut? Bagaimana aku bisa menerima hukum alam, mitos, atau mungkin adat yang terlalu umum nan menggelikan? Saat yang berhasil menggenggamku bukanlah orang yang sesungguhnya wajar kuterima. Orang yang...
sedang dalam perjalanan