Aku Rapopo Haruskah diam lebih lama? Menunggu keraguan semakin berdetak pada hidupku? Hanya untuk satu-satunya jalan menyakiti diri sendiri. Aish, buat apa mendinginkan orang yang jelas-jelas membakar kepalanya sendiri? Buat apa mengorbankan seperempat dari usia sekedar untuk menyetiakan cinta—pada seseorang yang sebenarnya memang belum tepat untuk kita? Aku tahu sebagaimana cinta sejujurnya harus berpikir. Adalah apa yang mampu aku lakukan untuk cinta, bukan sebaliknya. Tapi caramu memaksakan semuanya terlalu memengaruhi keputusanku akhir-akhir ini. Dengan siapa selazimnya aku bertahan? Kamu yang kelu atau dia yang kuakui nyaris menggambil sepotong hatiku sekarang?. Sekali. Dua kali. Menginvestigasikannya berdua denganmu terkadang masih cukup menenangkanku. Entah aku membual apa pun agar kau akhirnya menganggap aku ada. Semacam terlalu memaksakan, dan kuakui aku t...
sedang dalam perjalanan