Pekik
sudah aku mengekalkan hatiku
Mengempaskan
gaduh-setubuh
Meringkukkan
dupa-duka
Sendiri
memeluk namamu
Pekik
aku hambai rekah-belah senyummu
Dalam
kekosongan hati
Kunamai
itu perkasa
Sejauh
butaku mengebal sudah, bebal!
Seketika
hampir tak usai detik tanpamu
Aku
mengaku kelu tak bertemu
Dan,
atas nama hati yang kabut
Hidupku
lanjur berdetak pada hadirmu
Tetapi
segalanya mendetik serah sekarang
Bebalku
berselaksa di daun pagi
Merayapi
embunmu demikian jauh
Menemui
dedusta muka-rimbamu
Pekik
paling kuhambarkan debam-lebam
—sudah
saga
Yogyakarta,
4 Maret 2014
*tulisan ini lebih dulu dipublikasikan dalam mading sekolah "KEPO"
Komentar
Posting Komentar
Setiap komentar adalah apresiasi. Terima Kasih