Aku adalah seutas layang-layang. Sama seperti layang-layang
pada umumnya, aku tidak suka diterbangkan kalau hanya untuk diturunkan kembali.
Naluri seutas layang-layang hanyalah terbang dan bebas.
Aku bertemu denganmu. Sudah sejak lama. Tetapi aku baru mengenalmu
baru-baru ini. Kamu sangat cemerlang. Ya, itulah pikiran pertama yang kupegang
teguh ketika memikirkanmu sebelumnya. Aku ada saat kau merasa jera dengan
perjalananmu. Meski tidak sebaliknya. Walaupun begitu, seperti diriku hendak
menyelesaikan mimipi-mimpiku dengan baik. Saat kau sejera itu, mungkin aku
adalah hal yang sangat menyenangkan bagimu. Kau juga seolah akan menyertakanku
dalam perjuanganmu. Karena bagimu, aku adalah hal ideal dalam urusan berjuang
untuk masa depan. Tapi tidak dengan hatiku. Kau juga membuatku memutuskan
sedikit jalan yang nantinya akan kau lalui. Sampai mungkin dirimu lupa, sikapmu
sudah membuat sebuah hati berharap lebih banyak.
Aku tidak sedang sakau. Aku benar-benar menjalani itu selama
ini.
Dan hari ini, tertanda 5 Maret 2016, ada sebuah kekuatan
yang mungkin akan mengubah semuanya. Karena bagiku kau adalah sebuah tali, yang
selama ini menarik dan mengulurkan tanganmu semau dan seperasaanmu. Tali itulah
yang selama ini menerbangkan layang-layang yang kuceritakan di awal. Tali
itulah yang pandai sekali membuat aku melayang tinggi. Tetapi dia juga
menjatuhkanku sangat cepat. Berkali-kali seperti itu. Heran juga mengapa aku
sebodoh itu. Heran juga mengapa ada juga yang berusaha buta dan hanya menikmati
kesementaraan seperti itu. Seolah aku bahkan kehilangan batinku.
Sekali lagi hari ini, seutas layang-layang itu putus dari
tali yang menarikulurnya. Akal dan batin itu kembali. Mulai memikirkan sesuatu.
Hari ini La, aku memutuskan hal besar untuk diriku. Aku
mulai memikirkan masa depanku. Dan untuk menuju ke sana, aku harus membuat
rencana-rencana yang harus kubuat dengan kepastian. Mimpi-mimpiku butuh
diperjuangkan La, kau pasti tahu, bagaimana aku sangat erat dengan
sebuah mimpi. Dedikasi mimpi bagiku sangat dalam. Aku juga sangat mendukung
mimpimu kan? Karena itulah, kekuatan itu hadir dan memutus tali yang
menarikulur seutas layang-layang tak berdaya.
Karena selama ini, aku tidak pernah bisa berada pada posisi
lebih baik di kehidupanmu, aku pikir itu tidak baik jika aku masih saja tak
berdaya dan menerima saja. Sekali lagi, ada mimpi yang sudah menjadi
tanggungjawabku.
Maka seutas layang-layang itu memutuskan lepas!
Aku memutuskan tidak bisa kau tarikulur lagi. Aku memutuskan
pergi dari sana. Jadi, jangan mencariku ketika kau mungkin jera lagi. Ya? Kau
tidak bisa memberiku kepastian saja dan tak menghubungiku. Karena dengan
begitu, aku mungkin tidak akan sempat merasa kacau seperti ini. Aku lepas ya La.
Jangan mencariku untuk kau tanyai dan kau mintai solusi lagi ya. Mintalah pada
orang yang kau cintai, untuk mendampingimu saat kau jera dengan perjalananmu.
Minta ia untuk memotivasimu dan membuatmu meluangkan waktu untuk memikirkan
masa depanmu sendiri. Minta pada orang yang kau cintai, untuk membuatmu selalu
bersyukur, berdoa, dan berjuang tanpa lelah. Minta pada orang yang kau cintai,
untuk menggantikan peran yang selama ini sempat aku mainkan itu ya.
Aku berdoa untukmu.
Jangan minta aku untuk menjadi ‘teman’ berjuangmu lagi ya.
Aku memutuskan untuk berjuang sendirian....
Ttd
yulistiyana
*pertanyaannya, pemakaian 'kau' dan 'kamu' bisa boncengan nggak ya? soalnya
itu spontan.
pic from http://www.vigomilandi.com/2013/04/duniaku-tahun-1990-an.html
itu spontan.
pic from http://www.vigomilandi.com/2013/04/duniaku-tahun-1990-an.html

Komentar
Posting Komentar
Setiap komentar adalah apresiasi. Terima Kasih