Langsung ke konten utama

Mangkuawan, Kelud....

Bumiku abu-kelu
Pada sejauh mata berdetik
Memijar-pijar di kekubangan awan
Berkisah dengan langit

Bumiku mabuk-hiruk
Manakala mawas mengudara
Memalamkan 'Wage'
Debam-debam

Hujan abu menyubuhi pagi
Jawa tenggelam-kelam
Sampai dua rakaat sunah
Mangkuawan, Kelud....

Mangkuawan, Kelud....
Membasuh hati-hati
Dedoa hujam tiada peri
Kalau sudah begini?


yogyakarta, 14 Februari 2014

Komentar

  1. wah.. gunung kelud..
    kebetulan banget aku di Kediri..
    sangat menyisakan seribu kenangan dengan kelud yang kini telah muntah.. semoga diberi ketabahan bagi para korbannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamin. kudengar di Kediri jua terkena hujan abu ya? semoga semuanya ada hikmahnya. :)

      Hapus
  2. wahh ternyata dibalik bencana ada berkah... buktinya ini dibalik bencana ada karya :))

    http://fandhyachmadromadhon.blogspot.com/2014/01/ketika-gempa-terjadi.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) terima kasih. terus berkarya teman. terima kasih kunjungannya.

      Hapus

Posting Komentar

Setiap komentar adalah apresiasi. Terima Kasih