Untuk hati yang tak bisa bermunafik lebih lama—persahabatan, cinta, seolah keduanya tak lagi memiliki batasan yang cukup nyata. Aku mengilhami hari ini, sebagai yang mampu memberikan dua kebahagiaan dalam waktu yang sama. Pertama, kebersamaan begitu mampu menghanyutkan air mata dari sebuah kekalahan. Kedua, yang meninggi—tak lebih dari 20 Cm dari pangkal ubunku, juga tak kurang. Ahh, seberapa kesalnya aku pada waktu sepagi buta itu. Seakan tak terjadi apapun sebelumnya, dan aku mengiyakan bagaimana pun bentuk respectmu. Konsekuensi menunggu yang indah. Awalnya, saat sebut saja Ma—melambai, sementara papan skor pertandingan Voli masih kudekap entah dengan ketidaksabaran atau rasa ...
sedang dalam perjalanan