Selamat sore Desember ke-2-ku...
Masih dengan segelas white kopi yang sengaja takaran gulanya kuperbanyak, dan Si lepi yang mulai mendengkur--jadi teringat eratnya 60 menit yang terasa hanya seperti sepuluh detik tadi. :)
Hari ini menyisakan bayang-bayang yang tak mau ditinggalkan. Untuk tentang keduanya sekalipun. Aku mengkhawatirkan hari ini. Mungkin aku tak cukup yakin akan kedua hati mereka...ahh kau dan kau maksutku. Tapi aku tetap khawatir! Kalian seperti bekerja sama untuk melumpuhkanku. (gila, ini gila)
Awalnya, aku mengira hari ini akan sangat membosankan--mengingat omel-omelmu Sabtu lalu. Oke, sekarang bagianmu dulu (la). Pagi tadi aku tidak melihat sinyal bersahabat di matamu. Ini membuatku memilih menghindar dan melucu dengan yang lain-lain (tidak termasuk kau; ma). Untuk sekedar bertanya bagaimana Weekend-mu pun aku benar-benar takut kau makin bersungut-sungut sepagi tadi. Well, aku bahkan tak mencemburui yang lain-lain di sampingmu. Terlalu takut!
Hingga ampas yang makin menjadi di mulut-mulut teman sekelas pun ternyata membawa hal baru yang membuatku geli. Nah, ini kamu (ma). Benar-benar tak ada prediksi untuk gaya barumu. Hey, kamu lucu. Ingat, lucu. Bukan yang lain-lain. Ini yang akhirnya menghangatkan bibir teman-teman, dengan bonus satu lingkup di Kewarganegaraan tadi, mulailah mereka. Hal kecil yang kita lakukan pun seakan tak lepas dari kedipan 17 pasang mata. Arghh...kau tahu ini menyebalkan?
Hanya sepasang mata yang sama sekali tak menggubris keadaan sekitar yang mericuh akan keajimumpungan atau kekebetulan kita tadi. Kamu. Ya, kamu La. Ingat, aku bicara dengan kalian berdua.
Tapi siang tadi, ohh kurasa tadi itu siang. Tapi terserahlah. 60 menit yang terasa bagai 10 detik, saat Algoritma menyajikan soal yang mengerikan--tak ada badai tak ada angin, siapa yang di sampingku? sibuk bertanya ini-itu yang membuyarkan rumus variabel dengan If-ku? well to the well (sorry Dan, pinjam gaya loe dulu :p ), kamu manis sekali, Dear La. hingga aku tak benar-benar yakin ini nyata. mungkin bicara denganmu itu biasa. tapi jika kau tatap sebegini ketatnya--baru ini! Well, aku sampai harus menuduhmu yang bukan-bukan hanya untuk memperlama itu. Oke, ini memang menggelikan.
Dear Desember ke-2-ku, aku tak ingin pulang bahkan! :D
Sumber gambar: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR7pkgulxyIQ1wLXqF9UmVaFiENDug62atQazUjoYM0DaYjFMuX
Yogyakarta, 2 Desember 2013
15.09 p.m on my leppy
Komentar
Posting Komentar
Setiap komentar adalah apresiasi. Terima Kasih